Aliansi Mahasiswa Pasuruan Memintak Keadilan Para Buruh Di DPRD Kota Pasuruan.



Pasuruan Jatiim,pasuruanbersatu com- Aliansi Mahasiswa yang menamakan Aliansi Rakyat Pasuruan Bersatu (ARPB) Dalam Aksi Unras Tolak OMNIBUS LAW cipta kerja, di Gedung DPRD Kota Pasuruan Jl. Pahlawan Kec. Panggungrejo Kota Pasuruan.

Pada hari Rabu tanggal 11 Maret 2020 pukul 14.40 Wib di Gedung DPRD Kota Pasuruan Jl. Balaikota Kec. Panggungrejo Kota Pasuruan telah dilaksnakan giat Aksi Unras Tolak OMNIBUS LAW cipta kerja dari Aliansi Rakyat Pasuruan Bersatu (ARPB) dengan membawah kurang lebih 100 masah dengan korlap M.Hasan,

Dari awal titik perkumpulan pedemo di Taman Kota Jl. Pahlawan kelurahan Pekuncen Kota Pasuruan, "Adapun alat peraga yang di gunakan sebagian di bawah pedemo sebuah Spanduk, Megaphon, Poster bertuliskan, Investor di sayang buruh di tindas.

1.Omnibus law rumahnya dimana?
2.Kaum rebahan is back!! #tolak omnibus law
3.tolak omnibus law RUU cilaka
4 Rebut keadilan, lumpuhkan kapital
5. NKRI negara republik investor
6.Nasib buruh pergi gelap pulang gelap omnibus law sampai gelap. Ungkap salasatu pedomo sambil berjalan menuju kantor DPRD Kota Pasuruan di JL.Balaikota kec.Panggungrejo Kota Pasuruan.


Setiba masa pedemo di Gedung DPRD Kota Pasuruan Jl. Balaikota Kec. Panggungrejo Kota Pasuruan dilanjutkan Teatrikal dan orasi oleh saudara, Roni PC PMII Pasuruan,

'Kami atas nama masyarakat menolak keras RUU Cipta lapangan kerja yang notabene menyengsarakan rakyat utamanya kaum buruh, Batalkan Omnibus Law,"
Yang anda nikmati semua milik buruh itu hak buruh tapi kenapa anda membuat RUU Omnibus Law, Apabila aspirasi yang kita suarakan tidak samapai ke DPR RI apa konsekuensinya buat DPRD Kota Pasuruan

"Terimaksih kepada mahasiswa yang ikut menyuarakan aksi menolak Omnibus Law bahwa penyususnan RUU buruh tidak melibatkan buruh, di siksa di eksploitas. tutur Ronii

Kita tidak minta dibela oleh DPRD karena kita bisa berjuang sendiri tanpa bantuan mereka, ingat mereka butuh kita pada saat Pemilu, Orang yang paling terpandang di Negara ini tidak bisa memperjuangkan regulasi undang-undang Kita yang akan memperjuangkan nasib kita sendiri bukan mereka yang duduk di DPRD Kota Pasuruan, kita sudah tidak percaya dengan wakil rakyat,

"Ternyata para  DPR yang dekat dengan persiden tidak memihak kita,  ternyata hak kita di telanjangi oleh mereka.pungkas Musfir selaku PMII Pasuruan

Tolong di baca draf Omnibus Law
Kami hadir atas nama rakyat dengan kesadaran karena RUU Cipta kerja yang tidak memihak rakyat" Buruh metuoakan kerabat sukarno kenapa saat ini buru ditindas oleh kaum kapitalis

Lama menunggu pedemo ahirnya dari perwakilan DPRD Kota menemui massa aksi Aliansi Rakyat Pasuruan Bersatu (ARPB)
H.Tampi Arto Fraksi Golkar DPRD Kota Pasuruan, Sutirta Fraksi Golkar DPRD Kota Pasuruan, sebagai perwakilan 2 ( dua ) orang anggota akan tetapi massa Aksi menolak karena anggota Dewan dianggap tidak serius karena hanya dua anggota Dewan yang menemui.jujur Dedi selaku pedemo

Berdasarkan catatan bahwa giat Aksi Unras dari Aliansi Rakyat Pasuruan Bersatu (ARPB) di gedung DPRD Kota Pasuruan agenda Tolak OMNIBUS LAW RUU cipta lapangan kerja yang dianggap menindas kaum buruh dan memihak kaum Kapitalis

"Aksi tersebut yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Pasuruan Bersatu (ARPB) merupakan gabungan Mahasiswa dari berbagai organisasi di Wilayah Kota/Kab Pasuruan.
Tidak menutup kemungkinan akan ada aksi lagi dikarenakan aspirasi tidak tersamapaikan dan terakomodir.

Kegiatan aksi damai berakhir pada pukul 16.40 wib, setelah pihak sekertariat DPRD Kota Pasuruan mempersilahkan memasang baner di pagar unruk berfoto dan dilepas kembali, selanjutnya para peserta aksi memburkan diri situasi aman dan tertib.ungkap (Ag)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.