Pihak Dinas Harus Bertindak Tegas Kepada CV Mengerjakan Proyek Pemerintah Dengan Hasil Uang Rakyat.



Pasuruan Jatim,pasuruanbersatu com-Pekerjaan Plesengan di desa Tenggilis Kecamatan gondang wetan kabupaten Pasuruan menjadi sorotan beberapa LSM Pasalnya, dalam proses pengerjaanya ditemukan beberapa kejanggalan yang perlu dipertanyakan lebih dalam.

Awak media yang datang ke lokasi menemukan salah satu kejanggalan Dengan campuran tidak stabil atau Terlalu banyak pasir dari pada semen Untuk memperkuat pondasi di dalam air Padahal aturan dari dinas udah berbunyi Di gambar 1 banding 4 ini, malah melebihi batas ukuran campuran Pasir dari awal pekerjaan udah menyalai Aturan dengan pemasangan papan informasi yang di paku di pohon mangga,Yang sekarang sudah di pinda.selasa 12/11/19

Dilihat dari papan informasi yang terpasang, untuk pelaksana adalah CV Pesona Jaya dengan nilai anggaran Rp 196.168.600.00. Dengan masa kerja 50 hari, di awal pekerjaan tidak berbunyi di papan nama  dan voleme juga tidak tertulis di papan informasi.

Ketika dikonfirmasi kepada pekerja Paidi selaku kepala tukang Sikdam nya kurang itu pk nantik air terus masuk lebih baik pean kasi juga gedek/bambu biar lebih mapan pk kepada kepala tukang.

Jawap", pk Paidi begini aja cukup udah mapan mas sambil berbicara agak Arogan dikarnakan sebelahnya ada Orang utusan dari kontraktor Pk,Jeen atau Muslimin yang dari media gak Jelas, Preman dia.

Disinggung tentang  pekerjaan yang Diduga terkesan asal asalan dan K,-3 yang Tidak digunakan dan Kotak obat yang seharus nya di sediakan,padahal di buku Gambar harus tersedia dan Helem/sepatu harus di pakai ini cumak 3 Orang yang memakai rompi aja.


Lain halnya dengan Arif selaku PPTK dinas Bina marga kabupaten Pasuruan yang mengatakan bahwa pihaknya akan Turun kelokasi Sewaktu di hubungi awak Media melalui telfon HP.
Sewaktu awak media tiba dilokasi dan menunggu hampir siang dan mecobak lagi menghubungi saudara Arif selaku PPTK Pekerjaan plengsengan,kalau sekarang saya gak bisa mas ada rapat mendadak ucap kata melalui telfon ke awak media,”


Sebelumnya awak media mencoba menggali informasi lebih lanjut,gimanah Pk dengan pekerjaan yang tidak memakai kotak ukur dan untuk campuran mana bisa setabil Pk,


"Jawap, saudara Arif Biar saya telfon rekanan dan pengawas saya suru berhenti bekerja klo tidak memakai kotak.Ujarnya melalui telfon.


Sebagai LSM Suwsdaya masyarakat Didik menyingkapi hal ini. “Memang saya belum cek secara mendalam, akan tetapi dari dokumen,gambar dari dinas dan beberapa keterangan yang saya dapat, bisa diduga pekerjaan ini asal jadi saja. Oleh karena itu kita perlu investigasi lebih dalam,”
Sehingga Berita ini di naikan pihak dinas dan pengawas diduga tutup mata dan tidak bisa memberi jawapan dengan pasti didalam pekerjaan dengan campuran tidak setabil.pungkasnya (Ag)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.