Mantan ketua koni terungkap kecurangannya oleh kpk




Surabaya, Pasuruanbersatu.com - Ditreskrimsus Polda Jawa Timur Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) mengungkap Korupsi Dana Hibah dari Pemerintah Kota Pasuruan yang di berikan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk kegiatan PSSI. Dana yang bersumber dari APBD Koga Pasuruan ini merupakan tahun 2013 hingga tahun 2015 sebesar 15 Milliar,

Kegiatan untuk penerimaan hibah tahun tersebut, di dalam pendelegasian dan pendistribusiannya sudah tidak melalui mekanisme. Namun ada beberapa yang tidak sesuai di dalam pembayaran di mana dalam penerimaan uang seharusnya dari dana hibah diperuntukkan kepada pemain.

Wadireskrimsus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara mengatakan, kasus ini merupakan kasus dana hibah di tahun 2013-2015 yang diperuntukkan untuk PSSI Kota Pasuruan, Dana hibah tersebut kemudian ditemukan ada sekitar 3,8 miliar.“Dari tahun itu nilainya cukup fantastis sebesar Rp. 15. 249.970.000,. Diduga tersangka Edy Hari Respati telah melakukan sunat uang untuk Para Atlet sebesar Rp. 3,8 milyar yang seharusnya diperuntukkan untuk kesejahteraan para atlet atau pemain kok malah dipakai untuk memperkaya diri,” kata AKBP Arman Asmara saat Konferensi Pers.

Modus operandi yang dilakukan tersangka  Edy Hari Respati yang merupakan mantan Ketua PSSI ini adalah melakukan pembuatan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) atas penggunaan dana hibah PSSI Kota Pasuruan yang berisi data-data Fiktif dan Mark Up. AKBP Arman Asmara menambahkan, Berdasarkan hasil penyidikan diperkuat audit yang dilakukan oleh BPKP perwakilan Provinsi jawa timur dan dari 82 saksi dan 30 pemain yang diperiksa diduga keuangan negara dirugikan sebesar Rp. 3.883.480.409 (Tiga miliar delapan ratus delapan puluh tiga juta empat ratus delapan puluh ribu empat ratus sembilan rupiah)

Barang bukti yang ikut diamankan dari tangan tersangka antara lain Proposal permohonan dana hibah yang diajukan PSSI kota Pasuruan pada tahun 2013, 2014 dan 2015 kepada Pemerintah Kota Pasuruan, LPJ penggunaan dana hibah, satu buah Laptop merek ASUS yang digunakan untuk pembuatan proposal dan LPJ, Bukti pencairan dana hibah serta rekening koran  Bank Jatim milik KONI Kota Pasuruan,” ungkapnya.(Didik)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.