LPK Barata Desak Kepala Sekolah di Kota Pasuruan Untuk Transparan Dalam Pengumuman PPDB

Irfan Ketua Umum LPK Barata berada di kantor

Pasuruan, Jatim, pasuruanbersatu.com -
Wali murid mengeluhkan transparansi sistem zonasi  dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMP yang dianggap menghalangi cita-cita anak didik untuk masuk ke SMP yang diimpikan.

Sejumlah wali murid mengaku bingung dengan sistem zonasi maupun sistem nilai akademik. Dalam peraturan program sistem zonasi , siswa bisa memilih sekolah yang terdekat ,lebih praktis dan mudah dari pantauan wali murid .
 Alhasil orang tua murid  hanya bisa memilih satu sekolah terdekat. Padahal, sang anak menginginkan sekolah di sekolah lain .

Yang di pertanyakan oleh wali murid untuk pendaftaran dan peraturan Program sistem zonasi yang jelas seperti apa,  peraturan yang ada untuk pendaftaran Online tanggal 28 - 30 Mei, tanggal 1 - 4 untuk daftar ulang ke setiap sekolah, akan tetapi ketika wali murid menyodorkan kartu antrian yang di ambil dari pihak panitia jm 5 pagi, jawaban yang  di peroleh walimurid tidak melayani zonasii ,hanya melayani murid berpretasi,  kekecewaan walimurid yang mengantri dari pagi hari pulang membawa penolakan di setiap sekolah.

sistem zonasi yang seperti apa ,yang seharus nya sistem  untuk tanggal 28 sampai dengan 30 mei untuk daftar online , tanggal 1 sampai  4  daftar ulang ke setiap sekolah.

Menurut Irfan Budi Dermawan Ketua LPK-Barata (Lembaga Perlindungan Konsumen, Barisan Rakyat Jelata) , "Sistem zonasi ini sangat membingungkan para walimurid, Sebab kurangnya Sosialisasi serta ada kata TUTUP dari Panitia PPDB , Hal itulah keluhan masyarakat, Kami LPK Barata Berharap agar Transparasi Data Calon murid di Umumkan secara detail" tegasnya dengan wajah Marah .
(red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.