Diduga Palsukan Tanda Tangan, Kades Kertosari Dan Mantan Istrinya Dilaporkan Ke Polisi





Pasuruan  ,Jatim, pasuruanbersatu.com -
 Keluarga besar mantan istri Kades Kertosari bersama Kuasa hukumnya datangi kantor Satreskrim Polres Pasuruan untuk pertanyakan tidak lanjut laporan pada bulan Maret 2018 terkait kasus Pasal 263 ayat (1) KUHP, tentang pemalsuan tanda tangan jual beli tanah pada tahun 2017 yang diduga di lakukan oleh Kades Kertosari Kec. Purwosari  Kabupaten pasuruan yang berinisial "W", Selasa (25/6/19).

Perbuatan memalsu tanda tangan melanggar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 263 ayat (1) KUHP yang berbunyi: Barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian dihukum karena pemalsuan surat, dengan hukuman penjara selama-lamanya enam tahun.




Dari penuturan keluarga mantan istri Kades tersebut menceritakan, "Dia yang dulunya di percaya untuk menjualkan sebidang tanah keluarga dengan luas kurang lebih (6220 M) persegi, tetapi saat tanah tersebut terjual oleh mantan suaminya tersebut tidak memberitahukan dan juga tidak menginformasikan ke pihak mertua maupun keluarga, kalau tanah tersebut sudah terjual ke pembeli."

Abdul Rohman SH. Selaku kuasa hukum dari pihak pelapor menjelaskan ke  awak media "Untuk hasil pertemuan kali ini adalah, penyidik tetap akan menindak lanjuti kasus ini yang dulunya sempat ada kendala dikarenakan tidak ada progres. Saat kami rasa tidak ada tindak lanjut maka kami segera layangkan surat ke pihak penyidik dan pihak-pihak terkait yang menangani kasus ini. Untuk sementara ini kami akan ikuti tetapi kami juga akan minta batasan waktu paling tidak sampai bulan juni, konfrotasi apa sudah di panggil atau tidak, kalau pun tidak kita akan mensurati penyidik lagi," imbuhnya.

Di tempat yang sama Kanit Reskrim Polres Pasuruan Aiptu Joko saat di konfirmasi oleh awak media beliau mengungkapkan, "Memang benar hari ini dari keluarga mantan istri dengan membawa kuasa hukumnya datang ke Polres Pasuruan. Kasus ini tetap bergulir dan masih dalam tahapan proses, hari ini kita anggota taem penyidik Reskrim Pasuruan, memberikan pemahaman kepada pelapor, dengan menginformasikan adanya tahapan-tahapan proses hukum, perihal perkembangan kasus ini.  (Gus/an)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.